Cari Metode, Media & Model Pembelajaran..? atau Teori Belajar..? Lebih Lengkap !!! Temukan di www.asikbelajar.com [ KLIK DISINI ]

Saturday, 20 April 2013

Pelaksanaan UN = Miniatur Pendidikan Kita

Ini postingan kedua yang mengulas tentang UN yang GALAU. Postingan pertama berjudul : UN Gagal, Playing Games atau ...? (klik disini). Silakan simak postingan kedua : 
Bagaimanapun besarnya kesalahan / kekeliruan yang kita dapati, seharusnya secara cepat membuat suatu evaluasi agar dapat mengatasi secara cepat kesalahan yang terjadi.  Pengalaman memang harus dijadikan sebagai soko guru yang harus menjadi pijakan bekerja atau tindakan yang harus kita ambil.  Namun yang terjadi adalah menyalahkan kepada seseorang.  Dibeberapa pemberitaan, termasuk di televisi sangat jelas seorang guru menuntut menteri pendidikan dan kebudayaan untuk mundur dari jabatannya. Saya melihat dengan jelas cara guru tersebut berbicara, maksudnya saya guru tersebut sangat cocok menjadi seorang "komentator" atau "politikus". Kenapa demikian? karena menurut saya,  dalam kondisi carut marut seharusnya kita semua menenangkan keadaan anak-anak kita, seharusnya kita tidak boleh menambah keruh suasana.  Yang kita lupa adalah, menuntut seorang menteri mundur sama halnya melecehkan seorang Presiden yang memilihnya. Seharusnya, kita lebih bijak, seorang menteri tidak mungkin mengurus pelaksanaan UN seorang diri, seorang menteri juga dibantu oleh tenaga yang ada di bawahnya. Itu yang harus kita pahami. Kita setuju kalau menteri yang harus bertanggungjawab dan HARUS mundur, tapi WAKIL menteri, Dirjen dan kalau perlu sampai semua kepala ssekolah di Indonesia juga harus  mundur! Apa artinya ini? Bangsa kita harus belajar Team Work. Bangsa kita harus belajar mengerti duduk persoalan, bukan dengan sembarang ngomong dan mempropokasi!
Usul saya, semua menteri wajib dari tentara, hal ini sipil harus rela, karena sipil tidak bisa bekerja secara Team Work..! Sangat pantas pendidikan di negara kita sangat ketinggalan, hal ini kelihatan dari cara koordinasi dan operasional UN tahun ini.  Pantas orang-orang (oknum) yang menjadi guru tahunya baca buku, bukan baca apa yang seharusnya dilakukan dengan didasari teori yang ada. Atau dengan Pa. Nuh ada, para mafia pendidikan tidak bisa bergerak? Ada permainan mungkin? Kasihan Indonesia !
Berikan komentar terbaik Anda menggunakan:



atau
Comments
2 Comments
Facebook Comments by WeBlog Ask

2 comments:

Terima Kasih atas komentar yang diberikan