Cari Metode, Media & Model Pembelajaran..? atau Teori Belajar..? Lebih Lengkap !!! Temukan di www.asikbelajar.com [ KLIK DISINI ]

Monday, 15 October 2012

Model Pembelajaran Time Token

Model pembelajaran Time Token Arends merupakan salah satu contoh kecil dari penerapan pembelajaran yang demokratis di sekolah. Proses pembelajaran yang demokratis adalah proses belajar yang menempatkan siswa sebagai subyek. Mereka harus mengalami sebuah perubahan ke arah yang lebih positif.
Dari yang tidak bisa menjadi bisa, dari tidak paham menjadi paham, dan dari tidak tahu menjadi tahu. Di sepanjang proses belajar itu, aktivitas siswa menjadi titik perhatian utama. Dengan kata lain mereka selalu dilibatkan secara aktif. Guru dapat berperan untuk mengajak siswa mencari solusi bersama terhadap permasalahan yang ditemui.
Model ini digunakan (Arends, 1998) untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. Guru memberi sejumlah kupon berbicara dengan waktu ± 30 detik per kupon pada tiap siswa. Sebelum berbicara, siswa menyerahkan kupon terlebih dahulu pada guru. Setiap tampil berbicara satu kupon. Siswa dapat tampil lagi setelah bergiliran dengan siswa lainnya. Siswa yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi. Siswa yang masih memegang kupon harus bicara sampai semua kuponnya habis.

SINTAK MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN ARENDSAdapun sintak dari model pembelajaran Time Token Arends ini adalah sebagai berikut :
  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran/KD.
  2. Guru mengkondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi klasikal.
  3. Guru memberi tugas pada siswa.
  4. Guru memberi sejumlah kupon berbicara dengan waktu ± 30 detik per kupon pada tiap siswa.
  5. Guru meminta siswa menyerahkan kupon terlebih dahulu sebelum berbicara atau memberi komentar. Setiap tampil berbicara satu kupon. Siswa dapat tampil lagi setelah bergiliran dengan siswa lainnya. Siswa yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi. Siswa yang masih memegang kupon harus bicara sampai semua kuponnya habis. Demikian seterusnya hingga semua anak berbicara.
  6. Guru memberi sejumlah nilai sesuai waktu yang digunakan tiap siswa
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN ARENDSKelebihan Model Time Token Arends
  • Mendorong siswa untuk meningkatkan inisiatif dan partisipasinya.
  • Siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali
  • Siswa menjadi aktif dalam kegiatan pembelajaran
  • Meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi (aspek berbicara)
  • Melatih siswa untuk mengungkapkan pendapatnya.
  • Menumbuhkan kebiasaan pada siswa untuk saling mendengarkan, berbagi, memberikan masukan dan keterbukaan terhadap kritik
  • Mengajarkan siswa untuk menghargai pendapat orang lain.
  • Guru dapat berperan untuk mengajak siswa mencari solusi bersama terhadap permasalahan yang ditemui.
  • Tidak memerlukan banyak media pembelajaran.
 Kekurangan Model Time Token Arends
  • Hanya dapat digunakan untuk mata pelajaran tertentu saja.
  • Tidak bisa digunakan pada kelas yang jumlah siswanya banyak.
  • Memerlukan banyak waktu untuk persiapan dan dalam proses pembelajaran, karena semua siswa harus berbicara satu persatu sesuai jumlah kupon yang dimilikinya.
  • Siswa yang aktif tidak bisa mendominasi dalam kegiatan pembelajaran
Model Pembelajaran Time Token sangat tepat untuk pembelajaran struktur yang dapat digunakan untuk mengajarkan keterampilan sosial, untuk menghindari siswa mendominasi pembicaraan atau siswa diam sama sekali.

Model pembelajaran time token adalah model pembelajaran yang digunakan dengan tujuan agar siswa aktif berbicara. Dalam pembelajaran diskusi, time token digunakan agar siswa aktif bertanya dalam berdiskusi. Dengan membatasi waktu berbicara misalnya 30 detik, diharapkan siswa secara adil mendapatkan kesempatan untuk berbicara.

LANGKAH-LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN
Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut :
  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran/KD.
  2. Guru mengkondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi (cooperative learning / CL).
  3. Tiap siswa diberi sejumlah kupon berbicara dengan waktu ± 30 detik per kupon. Tiap siswa diberi sejumlah nilai sesuai waktu yang digunakan.
  4. Bila telah selesai bicara kupon yang dipegang siswa diserahkan. Setiap tampil berbicara satu kupon. Siswa dapat tampil lagi setelah bergiliran dengan siswa lainnya.
  5. Siswa yang telah habis kuponnya tak boleh bicara lagi. Siswa yang masih memegang kupon harus bicara sampai semua kuponnya habis.
  6. Demikian seterusnya.
Berikan komentar terbaik Anda menggunakan:



atau
Comments
4 Comments
Facebook Comments by WeBlog Ask

4 comments:

  1. halo
    saya mw buat skripsi tentang model pembelajaran time token atau take and give
    bisakah saya mnta tolong referensi bukunya ?

    ReplyDelete
  2. bgmn cara downloadnya bos? trims

    ReplyDelete
  3. sangat membantu ...... thanks

    ReplyDelete
  4. mau buku refensinya tentang Model time Token donx,,,
    tolong kasih tau judul buku dan pengarangnya siapa...
    saya butuh sekali..

    ReplyDelete

Terima Kasih atas komentar yang diberikan